Selain doa bersama, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar anggota Fatayat NU dengan masyarakat. Kehadiran warga Desa Ngimbangan bersama seluruh pengurus Fatayat menunjukkan bahwa sinergi antara organisasi perempuan NU dan masyarakat terjalin dengan baik. “Kebersamaan ini menjadi modal sosial yang sangat penting untuk menjaga kerukunan dan kekompakan di tengah masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Fatayat NU Ranting Ngimbangan, yang menjadi tuan rumah acara, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. “Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam bidang sosial, tetapi juga dalam aspek spiritual dan kebangsaan,” tutur perwakilan pengurus ranting.
Doa bersama ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus globalisasi dan berbagai perbedaan yang ada, bangsa Indonesia membutuhkan kekuatan moral dan spiritual. Dengan semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, Fatayat NU berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga harmoni serta mengedepankan dialog dan perdamaian.
Menutup acara, seluruh peserta menyanyikan lagu "Ya Lal Wathan" sebagai simbol kecintaan pada tanah air. Wajah-wajah penuh harapan tergambar jelas, seakan menyiratkan optimisme bahwa dengan doa dan aksi nyata, Indonesia akan senantiasa menjadi bangsa yang damai, adil, dan sejahtera.
Dengan terselenggaranya doa bersama ini, Fatayat NU Ranting Ngimbangan dan PAC Mojosari berharap dapat terus menjadi motor penggerak aksi-aksi positif, yang tidak hanya memperkuat iman dan spiritualitas, tetapi juga memperkokoh persaudaraan demi terwujudnya Indonesia yang damai dan bersatu.
Writer : Ifa Ratnasari,S.Sos.I,S.E






